
Diet bagi sebagian orang berarti mengurangi makan termasuk tidak sarapan pagi dan makan malam. Pandangan ini kurang tepat karena ternyata sarapan tetap dibutuhkan oleh tubuh.
Hal ini disampaikan oleh dr. Dyah Purnamasari, Sp.PD, dari Divisi Metabolik dan Endokrin Departemen Penyakit Dalam FKUI, kepada media usai menjadi pembicara dalam media edukasi bertemakan penyakit kardiovaskular dan diabetes, di Jakarta, Kamis.
“Sarapan itu sangat perlu sebagai cadangan energi di otak dan hati, yang sebelumnya sudah habis terpakai saat tidur,” ujar Dyah.
Dyah menambahakan bahwa selain sebagai sumber energi awal, sarpan juga berguna untuk meningkatkan konsentrasi di pagi hari, karena otak sudah diberikan tambahan energi.
“Walau ingin menjaga kalori, sarapan itu tetap penting terutama karbohidrat sebagai sumber energi, namun jumlahnya juga harus diperhatikan,” ujarnya.
Setangkup roti dan satu porsi buah-buahan cukup untuk mencukupi asupan energi di pagi hari. Sementara itu, sebagai protein, telur rebus bisa ditambahkan sebagai menu sarapan yang sehat, saran Dyah.
“Bagi yang ingin mengurangi kalori pada karbohidrat, sepiring nasi dapat diganti dengan dua buah kentang rebus atau dua lembar roti. Ingat, kentang yang direbus atau dikukus ya, jangan digoreng,” ujar Dyah diiringi derai tawa.
May 25, 2012 at 1:01 am
kalau tak sarapan bagi..maknanya badan kita tiada bahan bakar..ye tak?
http://sempoicornerdisini.blogspot.com